CYBER POLKRIM
*Cicalengka, Kab. Bandung, Jabar / Cyber Polkrim -* Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI Purnawirawan (Purn) Djamari Chaniago bersama para Staf khususnya menghadiri acara hari ulang tahun (HUT) Batalyon Infanteri Para Raider 330 (Yonif PR 330) / Tri Dharma ke-74 di Markas Yonif PR 330 / Tri Dharma Pasir Huud, Kecamatan Cicalengka Kabupatean Bandung Jawa Barat pada Sabtu, tanggal 25/04/2026.
Tampak hadir para pejabat yang pernah bertugas di Yonif PR 330 diantaranya, Jenderal TNI Purn Agustadi Sasongko Purnomo, mantan Kasad, Mayjen Purn TNI M. Ridwan, mantan Pangdam dan Asisten Operasi (As Ops) Panglima TNI, As Ops Panglima TNI saat ini, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Bobby Rinal Makmun, dan para Jenderal aktif serta yang sudah pensiun atau Purnawirawan. Juga para prajurit / ibu Persit beserta keluarga besar, dan para purnawirawan serta para undangan yang diperkirakan berjumlah seribu orang lebih.
Komandan Batalyon (Dan Yon) PR 330, Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Putra Yudha Wijaya Mukti, S.S.T.Han, S.I.P., M.I.P. dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada para tamu undangan, dalam rangka HUT Yonif PR 330 yang ke-74 ini. Menurut Letkol Inf Putra Yudha, sebagai prajurit mereka dituntut untuk lebih tajam dalam kemampuan tempur. Lebih disiplin dalam setiap langkah, dan lebih solid kebersamaan tanpa sekat. "Kita adalah Prajurit Kujang sejati, prajurit yang selalu siap menghadapi setiap tantangan tugas kapanpun dan dimanapun. Merupakan suatu kebanggan dan kehormatan yang tidak bisa kita dapatkan dan kita nilai dengan suatu apapun", ujar Putra Yudha.
Dan Yonif PR 330 ini berharap, kedepannya bisa sama-sama menjaga satuan tercinta ini, dan menjadikan satuan yang dibanggakan oleh TNI Angkatan Darat, dan TNI serta masyarakat. Tentunya juga harus mampu menjawab setiap tantangan zaman dengan _profesionalisme_ dan _dedikasi tinggi_ . "Hari ini kita merayakan hari ulang tahun ke-74, kita harus menguatkan diri, meneruskan sumpah dan melanjutkan perjuangan dengan semangat kebersamaan dan jiwa korsa yang kuat, yang akan terus kita kompakkan semangat Prajurit Yonif PR 330 / Tri Dharma ini. Selamat ulang tahun ke-74, berjuang, berbakti, membangun", tegas Putra Yudha.
Sementara Menko Polkam Jenderal Purn. Djamari Chaniago dalam sambutannya mengatakan, 40 tahun yang lalu dia ada di sini sebagai Dan Yon. Setelah itu, pindah tugas keluar menyebrang ke mana-mana, tapi dasar dari sini.
Para prajurit dan Ibu-Ibu sekalian. Saya sudah terlalu banyak memberikan nasihat sebetulnya, tapi saya ingin mengingatkan dan saya tidak akan bosan-bosan untuk mengingatkan kepada semua para prajurit. Saya adalah masih sebagai seorang prajurit, karena sumpah. Saya pertama dulu masuk tentara mengucapkan sumpah, siapapun itu yang namanya prajurit mengucapkan sumpah prajurit. "_Demi Allah, saya bersumpah_". Sumpah prajurit itu yang kita ucapkan. "Pada saat saya pensiun, sumpah itu tidak pernah dicabut. _Ketika pensiun, saya cuman dikasih pedang, silahkan Pak selamat jalan, selamat menikmati masa pensiun_", ungkap Djamari.
Sumpah itu tidak pernah dicabut, dan sumpah itu dihadapan Allah. Demi Allah, seperti yang prajurit ucapkan, dan itu ada pada saya. "Jadi kalau saya merasakan sebagai seorang prajurit, rasanya saya ditantang terus untuk memperhatikan, menyumbangkan segala daya pikir untuk kepentingan bangsa sampai seusia ini. Saya pernah mengatakan, sisa usia saya wakafkan untuk negeri ini", ujar Djamari.
Bisa kita lihat, disini ada delapan perwira tinggi. Ada satu orang presiden, dua Panglima TNI, satu Kepala Staff Angkatan Darat, dua Wakil Panglima TNI, kemudian sampai dengan Pak Yogi. Dan saya yang berada di situ, dilapang itu adalah orang-orang yang pernah ada di sini.
Bersama-sama kita di sini, pembentukan seorang perwira, pembentukan seorang prajurit, itu sangat ditentukan oleh lingkungan di mana dia berada. Kalau kita lihat para pejabat yang ada di sini, seperti Komandan Peleton (Danton) sampai dengan Komandan Batalion (Danyon) juga ada di sini.
Disini juga hadir mantan Komandan Batalion Mayjen TNI Purn. M. Ridwan (_Pernah menjabat Pangdam dan As Ops Panglima TNI - red_), itu membuktikan bahwa sampai pada jabatan dan pangkat yang formal itu bekalnya ada di sini. "Saya dengan Batalion ini empat kali melakukan tugas operasi pertempuran. Jadi keterikatan juga karena pembinaan, pengalaman perjalanan satuan ini juga yang mencetak semua prajurit seperti itu", tambah Djamari.
Dalam kesempatan ini, Djamari Chaniago memberi nasihat kepada Danyon, dan perwira yang ada di batalion, di satuan manapun, dalam memberikan tingkat kesejahteraan kepada prajuritnya. Karena itu juga tugas seorang komandan, bukan hanya sekedar membangun koperasi dan memudahkan pinjem uang, memudahkan untuk sekedar ada uang saku, pelatihan, dan sebagainya. Tapi satu hal yang saya ingatkan, melatih prajurit itu dengan keras untuk mencapai keterampilan yang diinginkan. Itu bukan suatu kesejahteraan, tapi yang pokok adalah memberikan kesejahteraan seorang perwira, seorang komandan kepada prajuritnya.
"Silahkan nanti tanya orang-orang pensiunan itu, bagaimana saya meng-gojlok mereka untuk menjadi prajurit. Mungkin pada saat itu pastinya mereka dongkol. Saya menyiapkan mereka untuk biasa dengan ketidakpuasan, kedongkolan, kelelahan. Itu adalah bagian kita mencetak prajurit untuk menjadi prajurit yang handal. Saya paham betul bahwa saya tidak disukai oleh mereka. Pokoknya, dimanapun jangan ketemu pa Djamari, ketemu lari aja lah. Gak tahu sekarang rasanya masih begitu atau enggak", ujar Djamari Chaniago, yang disambut tepuk tangan yang gemuruh oleh mantan prajuritnya.
Diakhir sambutannya, Djamari Chaniago merasa kurang pas dengan perubahan nama batalion 330. Dulunya Batalian ini adalah Batalyon Infanteri Lintas Udara 330 (Yonif Linud 330) Tri Dharma / Kujang I - Kostrad, sekarang berubah menjadi Batalyon Infanteri 330 Para Raider (Yonif 330 PR) / Tri Dharma. Menurut Djamari perubahan nama tersebut kurang greget, dari Yonif Linud 330 menjadi Yonif 330 Para Raider. Karena Para Raider itu untuk perorangan, bukan kesatuan. "Saya harapkan kepada para pejabat yang sekarang mempunyai jabatan seperti Letjen TNI Bobby Rinal Makmun, Asisten Operasi (As Ops) Panglima TNI, yang pernah bertugas disini, supaya bisa memberi masukan agar nama Batalyon ini ditinjau kembali. Sekali lagi saya ucapkan selamat HUT ke-74 kepada Yonif PR 330 / Tri Dharma, dan terus sukses kedepannya", tegas Djamari Chaniago.
Dalam acara yang mengambil tema _Ekstra Superior Riung Mungpulung_ ini juga diisi dengan memberikan santunan anak yatim oleh Dan Yonif PR 330 / beserta istri, juga pemberian piagam penghargaan kepada prajurit yang berprestasi. *(IH. Sianipar / M. Reza FS)*





