CYBER POLKRIM
Bandung, Cyber Polkrim-* Bertempat di RM. Ponyo, Jl. Malabar Kota Bandung, telah dilaksanakan acara do'a bersama para mahasiswa/i yang terdampak bencana alam yang berasal dari Aceh, Sumut, dan Sumbar, pada Minggu tanggal 1/02/2026. Acara ini terselenggara atas prakarsa dari Owner Kedai Lontong Medan, Jl. Dipati Ukur Bandung, Tagor Lubis, bersama Wisata Sahabat Muslim yang diwakili Ustadz Rizal. Dihadiri para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berasal dari Sumatera, yang sudah cukup lama tinggal dan menetap di Bandung.
Dalam kesempatan ini, salah seorang perwakilan dari Mahasiswa/i yang berasal dari Aceh, Dini mengatakan melalui do'a bersama ini semoga Tuhan memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan kepada Mahasiswa/i yang sanak keluarga atau orang tuanya menjadi korban bencana alam. "Kepada korban yang meninggal dunia semoga mendapat tempat disisi Allah SWT, dan sebagai pengingat bagi kita semua agar tidak semena-mena dengan alam, tidak merusak alam dan tidak meremehkan alam", ujar Dini.
Sementara Ketua Yayasan Peduli Yatim Muslim Tapanuli (YPYMT) Bandung Raya, H. Ahmad Yunus Nasution, sebagai tokoh masyarakat warga Mandailing di Bandung ini dalam sambutannya mengatakan kita harus berjuang dan tidak boleh lelah menghadapi ujian dan cobaan dari Allah SWT. Kita jangan terpuruk dengan adanya musibah bencana alam di Aceh, Sumut dan Sumbar.
Sebenarnya ada beberapa sanak keluarga atau kawan-kawan yang terdampak bencana alam ini, dan saya juga merasakan betapa sedihnya kehilangan saudara ataupun kawan yang menjadi korban.
Untuk itu saya sebagai Ketua YPYMT Bandung Raya sudah berkoordinasi dengan beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berasal dari Sumatera untuk ikut serta dalam meringankan beban dengan menggalang dana ataupun bantuan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. "Alhamdulillah sudah dua kali kita berangkatkan bantuan, kira-kira satu bulan yang lalu kita berangkatkan, dan tadi malam juga sudah kita berangkatkan satu Colt Diesel", ujar H. Yunus.
Karena saya sebagai Ketua YPYMT Bandung Raya, saya selalu mengayomi anak-anak yatim khususnya Muslim yang berasal dari Tapanuli. "Untuk saat ini skup kita masih kecil, masih sebatas membantu anak yatim yang berasal dari Tapanuli dan kita bantu sampai SMA", ungkap H. Yunus.
Insya Allah besok Selasa pagi saya akan berangkat ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Mandailing, karena sudah mendapatkan amanah dan tanggung jawab untuk menyerahkan bantuan tersebut. "Besok saya akan berangkat menyerahkan langsung untuk bantuan bencana alam ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Mandailing. Untuk ke daerah Aceh dan Sumbar sudah kita salurkan juga melalui rekan-rekan yang ada disana", tambah H. Yunus.
Kita sebagai manusia biasa tidak punya kekuatan dan kemampuan untuk untuk melawan semua takdir Allah ini, kita harus menyadari bagaimana kita untuk bangkit kembali dan memberikan suport (mendukung) kepada keluarga kita yang ada disana. Jangan kita tinggal diam, lakukan apa yang bisa kita lakukan. Biarpun satu langkah kita maju kedepan sampai nanti kita bertahap, sehingga saudara-saudara kita disana selalu semangat untuk bangkit kembali", tegas H. Yunus.
Owner Kedai Lontong Medan, Jl. Dipati Ukur Bandung, Tagor Lubis menjelaskan bahwa semenjak bencana alam Aceh, Sumut dan Sumbar terjadi, pihaknya tergerak memberikan makan gratis kepada para mahasiswa/i yang sedang menempuh pendidikan di Bandung, yang keluarganya terdampak bencana. "Selain itu, kita ajak mereka berdo'a bersama, karena do'a itu adalah senjata menembus Arsy (Singgasana tempat bersemayamnya Allah SWT - red)" ujar Tagor Lubis.
Acara yang bertemakan "Ikhtiar langit untuk pemulihan sumatera, menguatkan hati memeluk negeri" ini ditutup dengan do'a bersama dipimpin oleh Ustadz Rizal, yang mempunyai keturunan dari kakeknya yang berasal dari Aceh, sebelumnya Ustadz Rizal juga menyampaikan tauziah kepada hadirin untuk memberikan ketenangan dan kesabaran dalam menghadapi bencana alam tersebut. *(IH.Sianipar/M. Ilham.GS)*
