MBG menguap diduga di korup akibat tidak didistribusikan itu tidak benar penyaluran sudah sesuai prosedur

CYBER POLKRIM


Klarifikasi berita MBG di SDN Sekarwangi bandung 




Bandung   cyber polkrim -  Dana Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Cingcin ke SDN Sekarwangi yang mempunyai jumlah siswa sebanyak 505 orang, yang diduga tidak disalurkan selama 15 hari, terhitung libur semester Tahun 2025, ketika liburan semester yaitu mulai tanggal 22 Desember 2025 sampai 15 Januari 2026, dipotong hari libur dan hari besar nasional.

Besaran dana adalah 505 (Lima ratus lima) dikalikan Rp15.000,- (Lima belas ribu rupiah) atau sebesar Rp7.575.000,- (Tujuh juta lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) per hari. Dan dikalikan 15 hari sama dengan Rp113.625.000,-. (Seratus tiga belas juta enam ratus dua puluh lima ribu rupiah). Seperti yang diberitakan sebelumnya .






Klarifikasi dari pihak pengelola ternyata menurut Kepala SPPG ( satuan pelayanan pemenuhan gizi ) yang bernama Topan didampingi Kevin yang mengaku sebagai perwakilan mitra dan yayasan dari jakarta dan mengaku memiliki dua dapur MBG , bahwa berita itu hoak dan tidak benar karena hal udah sesuai aturan mengacu kepada juklak dan juknis nomor 244  tahun 2025 tentang perubahan ketiga atas petunjuk teknis penyelenggaraan bantuan pemerintah  untuk  program makan gizi gratis  yang berbunyi dimasa libur sekolah makanan MBG mau disalurkan ke sekolah atau tidak itu tergantung kepada kesepakatan sekolah dengan pihak MBG bukan berarti MBG tidak di distribusikan ke sekolah dianggapnya dikorup atau anggaran pemerintah  menguap tidak jelas.




Jadi intinya kalau MBG  tidak disalurkan keuangan itu bukan di korupsi tetapi masih ada di  virtual accont / SPPG  atau keuangan masih aman  tidak dikorup, apalagi sudah ada kesepakatan dengan pihak  sekolah kalau pendistribusian selama libur sekolah  itu tidak menerima.


Hal itu karena sekolah ada pertimbangan 1. Tidak ada siswa di sekolah
2 .kekhawatiran mutu makanan
3 .saran dari wali murid.


Itulah kenapa pihak sekolah tidak dikirim makanan MBG .


Masih dikata Topan dan Kevin,  kita selalu mengedepankan aturan dan regulasi yang ada dalam penyaluran ataupun menu yang dihidangkan sesuai harapan utama masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh yang mencakup aspek kesehatan, ekonomi dan pendidikan.
Juga mengacu kepada harapan pemerintah yaitu




Pencegahan Stunting dan Peningkatan Gizi: Harapan agar asupan gizi anak-anak, balita, ibu hamil, dan menyusui dapat terpenuhi dengan baik untuk menekan angka malnutrisi. Masyarakat percaya program ini menciptakan fondasi kuat untuk mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.




Penggerak Ekonomi Lokal dan UMKM: Program ini diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi kerakyatan. Petani, peternak, nelayan, dan pemasok bahan baku lokal menggantungkan harapan agar hasil panen mereka lebih mudah terserap dengan harga yang stabil.




Membuka Lapangan Pekerjaan: Dengan adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur-dapur MBG, masyarakat berharap terciptanya lapangan pekerjaan baru bagi tenaga pengolah makanan, petugas kebersihan, hingga staf distribusi.




Peringanan Beban Finansial Keluarga: Bagi orang tua siswa, MBG diharapkan mampu meringankan pengeluaran uang saku harian, sekaligus memastikan anak-anak mereka mendapatkan makanan yang higienis dan terstandar.




Dukungan Terhadap Fokus Belajar: Masyarakat berharap pemberian makan bergizi ini berdampak langsung pada peningkatan konsentrasi, kehadiran, dan semangat siswa selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah.




Rombongan temen2 Topan dan Kevin


Diakhir perbincangan baik Topan ataupun Kevin, dirinya berucap banyak trimakasih kepada semua komponen yang telah mendukungnya semoga dirinya bisa terus menjalankan amanah ini dengan benar  dan trimakasih masukan dan kritiknya selama itu benar demi kemajuan bersama yang penting jangan berita hoak dan menyesatkan." Ucap Kevin .





Lip red/
أحدث أقدم

Terkini