Semarak Milad Muhammadiyah Yang Ke 113, PD Muhammadiyah Kota Cirebon Menggelar Saresehan Budaya Sejarah 89 Tahun Muhammadiyah Kota Cirebon

CYBER POLKRIM


Kota Cirebon, - Muhammadiyah pada 18 November 2025 lalu, genap berusia 113 tahun dari hari kelahirannya tahun 1912. dan tahun ini Muhammadiyah mengangkat tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”, sejak berdirinya, Muhammadiyah terus bergerak aktif dalam kebangkitan nasional untuk Indonesia merdeka serta berperan dalam mendirikan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta meneguhkan komiten kebangsaannya yang berbasis pada dasar nilai keislaman untuk terwujudnya tujuan nasional Indonesia sejalan dengan cita-cita “Baldatun Thayyibatun Wa rabbun Ghafur”, yaitu “Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun”.

Dan dalam rangka memeriahkan Milad ke-113 Muhammadiyah tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon menggelar Sarasehan Budaya yang berlangsung di Gedung Dakwah PDM Kota Cirebon lantai 2, Sabtu 22 November 2025. kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber lintas bidang yang memberikan perspektif budaya, yakni Jeremi Huang Wiyaya, Wawan Hermawan, S.Sos., S.Sn., MM, Akbarudin Sucipto, S.Sos., dan Drs. R Chaidir Susilaningrat namun berhalangan hadir serta hanya mengirimkan vidio ucapan selamat.
Ketua panitia saresehan budaya, Budi Syamsul Sanawi, S.E., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sarasehan Budaya ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah Kota Cirebon untuk terus memperkuat peran strategisnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Budi juga menekankan bahwa usia 113 tahun bukan hanya soal panjangnya sejarah, tetapi juga tentang kemampuan mempertahankan relevansi perjuangan Muhammadiyah di tengah dinamika zaman yang terus berubah-ubah. "Milad ke-113 ini mengingatkan kita bahwa Muhammadiyah lahir untuk memberi jawaban atas persoalan umat dan bangsa, tugas itu belum selesai,” ujar Budi saat berbincang dengan wartawan media ini dilokasi acara. ditambahkan oleh Budi, bahwa sarasehan budaya ini selenggarakan untuk memperluas kesadaran akan sejarah dan memperkokoh kontribusi Muhammadiyah di Kota Cirebon, khususnya dalam isu-isu sosial seperti pendidikan, dan kemanusiaan. Budi juga mengapresiasi kehadiran para narasumber yang dinilainya memberikan wawasan luas dan mendalam mengenai sejarah masa lalu (89 tahun lahirnya muhammadiya di kota cirebon, red).   (Kusyadi)
Lebih baru Lebih lama

Terkini