Para Kepala SMK siap sukseskan Revitalisasi Untuk menunjang mutu pendidikan bagi Siswa

CYBER POLKRIM





Kuningan  –  Sukseskan Pembangunan Revitalisasi adalah komitmen Sekolah Menengah Kejuruan di Indonesia untuk menjadi pilar utama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, kompeten, dan siap kerja guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.  Berikut adalah poin-poin penting peran SMK dalam pembangunan.




1. Fokus Revitalisasi dan Kompetensi (2025)
Pemerintah melalui Kemendikdasmen mendorong penguatan SMK melalui beberapa sektor utama: 
Sektor Kebekerjaan: Penguatan akses kerja luar negeri, sertifikasi kompetensi murid, dan sertifikasi bahasa asing.
Sektor Kemandirian: Pengembangan Teaching Factory (pabrik dalam sekolah) dan revitalisasi sarana prasarana.
Sektor Kreativitas: Projek kreatif dan kewirausahaan bagi siswa.
Sektor Masa Depan: SMK Pusat Keunggulan, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kompetensi guru. 
2. Pilar SDM Unggul dan Ekonomi Indonesia SMK berperan strategis dalam:
Mencetak Tenaga Kerja Siap Pakai: Sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI).

Mengurangi Pengangguran: Menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui keterampilan praktis.
Bonus Demografi: Menjawab tantangan industri dengan SDM yang adaptif. 
3. Link and Match dengan Industri
Kebijakan ini memastikan kurikulum SMK sesuai dengan kebutuhan nyata di dunia kerja. Ini melibatkan: 
Penyusunan Kurikulum Bersama: Melibatkan industri dalam menyusun materi ajar.
Magang Terstruktur: Pengalaman kerja nyata yang meningkatkan kompetensi.
Sertifikasi Profesi: Memastikan lulusan memiliki standar keahlian yang diakui. 


Dengan fokus pada keterampilan praktis, kewirausahaan, dan adaptasi teknologi, SMK bertekad menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi bangsa. 
Dengan tujuan pemerintah diatas, bagi beberapa sekolah SMK yang dapat bantuan seperti  SMK AUTO MATSUDA, SMK PERTIWI , SMKN KARNAS dan BUDI BAKTI   Pun tak mau ketinggalan dirinya terus mensejajarkan dengan sekolah sekolah yang lain untuk menjadi sekolah yang terdepan di kabupaten kuningan.Tak heran bantuan revitalisasi yang diterimanya pun terus dipacu sejalan dengan aturan dan juknis yang telah ditentukan dengan harapan hasil dari kegiatan bisa sejalan dengan harapan dan tidak menyimpang.
Seperti dikata kepala sekolah SMK Auto Matsuda Kuningan yang bernama Abdul Muhyi  S.HI MA, SMK Pertiwi Kuningan Dea Ariana Vamitrianto  SE.MSi, SMK Karnas Dr.H.Yepri Esa Trijaka M.MPd dan SMK Budi Bhakti kepala sekolah bernama  Rijal Putra Pamungkas S.IP MSi


Semua sepakat sekolah alamin kemajuan yang mampu mencetak anak didik yang siap kerja dan mampu berdaya saing sejalan dengan tujuan utama pemerintah dimana SMK bisa mempersiapkan peserta didik menjadi tenaga kerja terampil yang siap kerja di dunia industri/usaha, mampu mengembangkan potensi diri, serta bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi atau menjadi wirausaha, dengan pembekalan kompetensi kejuruan (60% praktik, 40% teori) sesuai bidang keahlian yang diminati untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja.


Seperti Tujuan Utama SMK:
Mempersiapkan Siswa untuk Dunia Kerja: Menghasilkan lulusan yang kompeten dan langsung bisa bekerja di industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai program keahlian (Teknik, Akuntansi, Multimedia, dll.).
Mengembangkan Potensi Diri: Membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan (IPTEK), kepribadian, dan akhlak mulia agar mampu mengadopsi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Membentuk Jiwa Wirausaha: Mendidik siswa agar mampu menciptakan lapangan kerja sendiri dan mandiri melalui keahlian yang diperoleh.
Membuka Kesempatan Pendidikan Lanjutan: Memberikan bekal agar siswa juga memiliki opsi untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (Politeknik, Universitas, dll.).
Karakteristik Pembelajaran SMK:
Fokus Praktik: Komposisi materi didominasi praktik (sekitar 60%) untuk mengasah keterampilan langsung.
Sesuai Kebutuhan Industri: Program keahlian disesuaikan dengan tuntutan dan ketersediaan lapangan kerja.
Pembelajaran Terintegrasi: Seringkali melibatkan Program Kerja Lapangan (PKL) atau praktik kerja di industri.***



أحدث أقدم

Terkini