CYBER POLKRIM
Bandung, Jawa Barat / Cyber Polkrim - Mua'llim K.H. Fadel Abdullah Al-Muhibb mengingatkan mengenai pentingnya mendahulukan pertolongan kemanusiaan (Hablum minannas), khususnya ketika menghadapi situasi darurat di tengah ibadah (Hablum minallah). Hal ini dikatakan nya ketika mengisi ceramah dalam acara rutin Pengajian Tolong Manolong Tapian Nauli (TMT) Bandung Raya, di RM. Sederhana Jl. Sukarno Hatta No. 508 Batununggal, Bandung, Jawa Barat, pada Minggu (25/10/2026).
K.H. Fadel Abdullah, yang juga sebagai pembina pondok Pesantren Modern Baiturrahman Bandung ini mengatakan, pentingnya melakukan penanganan terhadap makmum yang pingsan saat shalat berjamaah. Ia menegaskan, bahwa apabila terdapat makmum yang mengalami kondisi darurat seperti pingsan pada rakaat pertama ketika sedang melaksanakan shalat berjamaah, jamaah diimbau untuk tidak langsung melanjutkan salat hingga selesai.
"Shalat harus segera dibatalkan untuk mengurus dan menyelamatkan makmum yang pingsan tersebut, jika shalat terus dilanjutkan hingga akhir dan terlambat diselamatkan, dikhawatirkan akan mendatangkan dosa dan ibadah shalat tersebut tidak diterima oleh Allah SWT", ujar K.H. Fadel Abdullah.
ia juga merujuk pada kandungan Surah Al-Ma'un, untuk mempertegas pentingnya sifat tolong-menolong dalam Islam. Menurutnya bahwa kecelakaan atau ancaman diberikan kepada golongan tertentu, di antaranya orang yang lalai dalam shalatnya,
orang yang berbuat ria, orang yang enggan memberikan bantuan atau menolak pertolongan (wa yamna'un-ma'un) kepada mereka yang membutuhkan, seperti anak yatim dan fakir miskin.
K.H. Fadel Abdullah mengingatkan bahwa rezeki mutlak berasal dari Allah SWT, setiap harta yang dimiliki manusia di dalamnya terdapat hak orang lain. "Apabila hak orang lain (seperti membantu fakir miskin, anak yatim, masjid, dan kegiatan keagamaan) ditunaikan terlebih dahulu, Allah SWT akan melipatgandakan harta tersebut", ujarnya.
Ia memberikan ilustrasi, bahwa sebagian harta yang disisihkan untuk membantu sesama akan mendatangkan keberkahan serta balasan berlipat ganda dari Allah SWT. Acara Pengajian TMT Bandung Raya tersebut dihadiri Ketua TMT, H. Ahmad Yunus Nasution beserta jajaran Pengurus, Hatobangon Prof. DR. Kisna Harahap, S.H., M.H., Brigjen Purn. Burhanuddin Siregar, H. Aman Pane, para Anggota TMT dan Keluarga Besarnya.
Ceramah ditutup dengan sesi doa bersama, agar seluruh anggota TMT Bandung Raya senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang yang barokah, kemudahan dalam urusan keluarga, serta perlindungan dan keberkahan dalam hidup di dunia maupun akhirat, yang kemudian diakhiri dengan pembacaan Surah Al-Fatihah. (I.H. Sianipar / M. Reza FS)







