*Bupati Bandung, Kang DS Resmi Buka Kick Off SPMB 2026*

CYBER POLKRIM


*Soreang, Kab. Bandung / Cyber Polkrim -* Bupati Bandung H. Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS, secara resmi membuka Kick Off seleksi penerimaan murid baru (SPMB) untuk jenjang TK, SD, dan SMP Tahun 2026 di Gedung Moh. Toha, Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Selasa tanggal 19/05/2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung ini dihadiri jajaran Forkompinda, diantaranya dari Kejari Bandung, Polresta Bandung, Dewan Pendidikan, Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, para camat, para kepala sekolah, dan para pengawas.

Bupati Bandung Kang DS mengatakan, kegiatan kick off ini bukan sekedar seremonial, melainkan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang lebih baik di Kabupaten Bandung. "Sebagai kepala daerah, saya menekankan proses penerimaan murid baru ini harus berjalan objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan tanpa diskriminasi", ujarnya saat membuka kick off SPMB.

Oleh karena itu, ia mewanti-wanti agar Disdik maupun para kepala sekolah benar-benar melaksanakan proses penerimaan murid baru ini secara jujur, transparan dan akuntabel. "Saya minta SPMB harus bebas pungli dan titip-titipan di seluruh sekolah di Kabupaten Bandung. Jangan ada yang macam-macam, lakukan sesuai aturan karena ini amanat pak Presiden", tambah Kang DS.

Ia menegaskan, Pemkab Bandung berkomitmen untuk sekuat tenaga dapat meningkatkan kualitas pendidikan guna mempersiapkan generasi muda unggul di Kabupaten Bandung demi menyongsong Indonesia Emas 2045. "Kita perbaiki sistem bersama. Saya fokus terhadap perbaikan sistem pendidikan, termasuk dalam penerimaan murid baru ini. Kalau terjadi pungli, maka urusannya sama Kejari dan Polresta Bandung. Silahkan laporkan", tegas Kang DS.


Dalam upaya mendukung keberhasilan pelaksanaan SPMB ini, Bupati mengajak seluruh stakeholder pendidikan di Kabupaten Bandung untuk terus bersinegi, mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata serta membangun kepercayaan masyarakat. 

Ia juga memberikan instruksi khusus bagi para camat di 31 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bandung. Kang DS meminta para camat untuk menyisir setiap desa agar seluruh anak dapat mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah, termasuk anak-anak disabilitas. "Para camat tolong kawal dan sisir masyarakatnya masing-masing di tiap desa, setiap anak harus sekolah. Termasuk anak-anak disabilitas, mereka juga berhak bersekolah di sekolah negeri maupun swasta, jangan ada yang ditolak. Tolong para camat dan kepala sekolah perhatikan ini", tambahnya.

Dalam SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 ini, Disdik Kabupaten Bandung telah melakukan evaluasi dan merancang empat jalur pendaftaran SPMB menjadi dua gelombang, yaitu gelombang pertama jalur domisili dan afirmasi, serta gelombang kedua melalui jalur prestasi dan mutasi.
Jalur penerimaan zonasi saat ini berubah istilah menjadi domisili. Jika zonasi didasarkan pada jarak rumah calon murid dengan sekolah, sistem domisili ini didasarkan pada kecamatan tempat domisili calon murid.  

Pada kesempatan ini, Kang DS juga menyatakan pihaknya akan mengusulkan kepada Mendikdasmen agar memasukkan 'Calistung' kedalam kurikulum resmi Sekolah Dasar. "Saya masih menemukan ada anak kelas 5 SD yang belum bisa baca tulis hitung (Calistung), ini sangat memprihantinkan. Saya akan usulkan ke Mendikdasmen, kalau tidak disetujui akan saya masukkan Calistung ini kedalam muatan lokal SD di Kabupaten Bandung", ungkap Kang DS. *(IH. Sianipar / M. Ilham GS)*
Lebih baru Lebih lama

Terkini