CYBER POLKRIM
Pangalengan, Kab. Bandung, Jawa Barat (LIBAS) - Musim kemarau panjang membawa dampak langsung bagi warga Kampung Bendungan, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Menurunnya debit air membuat masyarakat kesulitan mendapatkan akses air bersih, dan harus mengandalkan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) umum.
Namun, persoalan tersebut perlahan mulai teratasi setelah PT Pegadaian (Persero) Kanwil X Jawa Barat turun tangan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Program Mandiri Air: Revitalisasi Sistem Sanitasi.
Program tersebut menyasar fasilitas MCK di Kampung Bendungan RT 01/RW 08 yang sebelumnya tidak dapat berfungsi secara optimal akibat kerusakan pada sistem distribusi air.
Pegadaian memberikan dukungan untuk memperbaiki sejumlah sarana penting, mulai dari perbaikan dan sterilisasi bak penampungan air, pengadaan mesin submersible atau sibel, pembenahan jaringan pipanisasi, hingga berbagai material pendukung lainnya.
Perbaikan fasilitas tersebut dilakukan melalui kegiatan gotong royong pada Senin (27/7/2026). Prosesnya melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ma’soem, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, mengatakan akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian.
“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Ketika kami melihat adanya kendala akses air di Kampung Bendungan, kami merasa bertanggung jawab untuk hadir dan membantu,” ujar Eko.
Menurutnya, revitalisasi sarana sanitasi tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat.
“Kami berharap revitalisasi ini membuat fasilitas sanitasi kembali berfungsi optimal sehingga manfaatnya langsung dirasakan oleh warga,” katanya.
Eko juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat, pemerintah desa dan mahasiswa dalam proses perbaikan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting agar program yang dijalankan dapat memberikan dampak berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi erat antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat yang bahu-membahu secara gotong royong. Pegadaian berkomitmen untuk terus mendukung aksi kolaboratif semacam ini agar dampaknya berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui Program Mandiri Air, Pegadaian berharap keberadaan sarana air dan sanitasi yang telah diperbaiki dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung pola hidup bersih dan sehat masyarakat Kampung Bendungan.
Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang menghadapi keterbatasan akses air bersih selama musim kemarau. (M. Reza FS / M. Ilham GS)
