*​Ayi Safari, S.Pd., Resmi Jabat Plt Ketua KKMI Kabupaten Bandung, Prioritaskan Kebersamaan dan Klarifikasi Isu Kemitraan Penerbit*

CYBER POLKRIM

                             Ayi Safari, S.Pd.


*​Cikoneng, Ciparay, Kab. Bandung / Cyber Polkrim -* Ayi Safari, S.Pd., Kepala Madrasah Ibtidaiyah Yayasan Pesantren Islam (MI YPI) Cikoneng I, Ciparay Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kini secara resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Bandung.
 
Kepemimpinan baru ini didorong untuk segera mengambil langkah konkret, guna mengisi kekosongan (vakum) kepengurusan pasca masa jabatan sebelumnya, serta membawa semangat baru yang lebih transparan bagi seluruh madrasah di wilayah tersebut.

​Dalam pernyataannya kepada wartawan pekan lalu, Ayi Safari yang juga berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ini menegaskan kesiapannya untuk memajukan KKMI. Ia menekankan bahwa fondasi utama kepemimpinannya adalah asas kebersamaan,
​fokus pada Solidaritas dan Transparansi
Ia berkomitmen untuk tidak mencari-cari kesalahan dari kepengurusan masa lalu, setiap program dan kegiatan ke depan akan dirancang dan dieksekusi secara bersama-sama. "Saya memegang prinsip kebersamaan yang kuat dalam menghadapi setiap tantangan organisasi, dengan semboyan "pahit, pahit bareng" (susah maupun senang ditanggung bersama)", ungkap Ayi.

​Terkait Isu Kemitraan dari Penerbit Buku
Menanggapi berbagai pertanyaan terkait desas-desus di lapangan, Ayi memberikan beberapa klarifikasi tegas untuk meluruskan kesalahpahaman. "Tidak ada MoU atau kesepakatan resmi antara KKMI Kabupaten Bandung dengan penerbit Erlangga, terkait pengadaan buku Tes Kemampuan Akademik (TKA)," ujarnya.

Ia membenarkan bahwa perwakilan Erlangga pernah mendatangi sekretariat untuk melakukan penawaran, namun tidak ada arahan apalagi pemaksaan kepada madrasah. "Keputusan terkait penggunaan buku, diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing madrasah. Hal ini juga berlaku untuk penawaran dari penerbit lain, dimana pihak KKMI tidak memberikan tekanan atau arahan khusus untuk memilih salah satu pihak," tegas Ayi.
Terkait isu miring mengenai adanya aliran dana rabat (diskon) buku yang besarannya mencapai 30-50% untuk kepala sekolah dan 10% untuk pihak Kemenag, Ayi menyatakan dirinya sama sekali tidak mengetahui hal tersebut. Ia juga membantah mengetahui adanya praktik lama, berupa pengumpulan dana per siswa untuk menutupi masalah oknum tertentu.

Sebagai Plt Ketua KKMI Kabupaten Bandung, Ayi Safari berharap seluruh jajaran pengurus, dan kepala madrasah dapat bersinergi dengan baik. "Saya meminta dukungan penuh agar KKMI Kabupaten Bandung terhindar dari kesalahpahaman, mengutamakan keterbukaan, dan berfokus murni pada peningkatan mutu pendidikan MI secara kolektif," harap Ayi Safari. *(IH. Sianipar / M. Reza FS)*
Lebih baru Lebih lama

Terkini