CYBER POLKRIM
Kab. Bandung, Jawa Barat / Cyber Polkrim - Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung mengantisipasi musim kemarau, potensi El Niño, dan anomali iklim yang diprediksi terjadi mulai Juli hingga pertengahan Oktober 2026, Perumda Air Minum Tirta Raharja telah menetapkan Rencana Penanganan Kekeringan dan Pengamanan Layanan Air Minum Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan air minum kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.
Berdasarkan kajian internal yang mengacu pada prediksi BMKG, sedikitnya 17 dari 26 kecamatan wilayah pelayanan berpotensi mengalami dampak kekeringan, dengan estimasi 18.216 sambungan rumah atau sekitar 72.864 jiwa terdampak akibat penurunan debit sumber air baku.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, Drs. H.A. Teddy Setiabudi, M.T., menegaskan, bahwa perusahaan telah menyiapkan langkah-langkah komprehensif yang meliputi pengamanan sumber air baku, optimalisasi produksi dan distribusi, pelayanan darurat berbasis prioritas wilayah, serta percepatan solusi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan sistem penyediaan air minum.
"Seluruh sumber air dipantau secara intensif melalui sistem monitoring operasional 24 jam, didukung kegiatan pemeliharaan intake, konservasi daerah resapan, serta optimalisasi sumber cadangan guna menjaga kontinuitas pasokan kepada pelanggan," ujarnya.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Perumda Air Minum Tirta Raharja juga telah menyiapkan layanan darurat melalui distribusi air menggunakan armada mobil tangki sesuai prioritas wilayah, penambahan fasilitas torn air pada daerah rawan, pengaturan distribusi bergilir apabila diperlukan, serta penguatan layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam melalui Contact Center, media sosial, aplikasi TiraQu, dan kantor pelayanan terdekat. "Langkah ini dilakukan, agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih meskipun terjadi penurunan debit sumber air di beberapa wilayah," tambah Teddy Setiabudi.
Selain penanganan darurat, Perumda Air Minum Tirta Raharja juga terus mempercepat program-program permanen melalui optimalisasi sumber air baku, pembangunan dan pengembangan SPAM, interkoneksi jaringan distribusi, peningkatan kapasitas reservoir, serta penurunan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) melalui rehabilitasi jaringan dan pengembangan sistem informasi operasional yang lebih terintegrasi. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pelayanan air minum menghadapi perubahan iklim dalam jangka panjang.
Perumda Air Minum Tirta Raharja juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk bersama-sama melakukan penghematan penggunaan air selama musim kemarau dengan memanfaatkan air secara bijaksana sesuai kebutuhan, sekaligus menjaga kelestarian sumber-sumber air di lingkungan masing-masing. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air minum di tengah tantangan perubahan iklim.
"Melalui sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung, BPBD, Dinas PUPR, TNI/Polri, pemerintah kecamatan, desa, dan seluruh pemangku kepentingan, Perumda Air Minum Tirta Raharja berkomitmen memberikan pelayanan terbaik serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air minum tetap terpenuhi secara aman, andal, dan berkelanjutan selama periode musim kemarau tahun 2026," pungkas Teddy Setiabudi. (I.H. Sianipar)

