Kuningan cyber polkrim - Menjadi seorang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Dasar (SD) merupakan tanggung jawab besar yang membuka peluang emas untuk membawa perubahan positif dan progresif di lingkungan sekolah.
Meskipun statusnya sementara, seorang Plt memiliki wewenang strategis untuk meletakkan fondasi transformasi yang kuat. Untuk itu disaat dirinya diamanahkan untuk membangun disini kita harus bisa membuktikan karya nyata buat kemajuan sekolah
Demikian dikata Plt Kepala Sekolah SD Negeri Bunder Kec.Cidahu Kab.Kuningan yang bernama Ustad Amid didampingi bendahara Guru Dedi dan Ulis wahyudin sebagai ketua panitia dan sekaligus ketua komite sekolah.
Masih dikata Ustad Amid langkah-langkah strategis bagi seorang Plt SD yang siap membawa perubahan diantaranya
1. Pemetaan Masalah & Potensi (Asesmen Cepat)
Sebelum melakukan perubahan, lakukan evaluasi menyeluruh dalam 1–2 minggu pertama:
Akademik: Tinjau rapor pendidikan sekolah, hasil asesmen siswa, dan efektivitas metode mengajar guru.
Fasilitas: Periksa kondisi kelas, perpustakaan, toilet, dan sarana digital pendukung belajar.
Budaya Sekolah: Amati kedisiplinan, motivasi siswa, serta hubungan antar-guru.
2. Fokus pada Perubahan Prioritas (Quick Wins)
Pilih perubahan yang dampaknya cepat terlihat untuk membangun kepercayaan (trust) dari seluruh warga sekolah:
Digitalisasi Administrasi & Pembelajaran: Manfaatkan platform seperti Chromebook, Google Workspace, atau PMM (Platform Merdeka Mengajar) secara lebih optimal.
Peningkatan Kebersihan & Kenyamanan: Ubah wajah fisik sekolah agar lebih ramah anak, bersih, dan menarik.
Optimalisasi Gerakan Literasi & Numerasi: Buat pojok baca yang nyaman di setiap kelas dengan melibatkan kreativitas siswa.
3. Menggerakkan Sumber Daya Manusia (SDM) Perubahan tidak bisa dilakukan sendirian. Plt harus menjadi motor penggerak bagi para guru dan staf:
Aktifkan KKG (Kelompok Kerja Guru): Jadikan KKG internal sebagai wadah berbagi praktik baik, bukan sekadar formalitas.
Pendekatan Humanis: Dekati guru-guru senior dengan rasa hormat, dan beri ruang bagi guru-guru muda yang kreatif untuk berinovasi.
4. Memperkuat Sinergi dengan Orang Tua & Komite
Lakukan dialog terbuka dengan Komite
Sekolah dan Paguyuban Kelas.
Libatkan orang tua dalam program-program sekolah, seperti kelas inspirasi (di mana orang tua menjadi guru tamu) atau gotong royong membenahi fasilitas sekolah.
5. Penguatan Karakter (Profil Pelajar Pancasila)
Terapkan pembiasaan positif yang konsisten, seperti menyambut siswa di gerbang pagi hari, menyanyikan lagu nasional, atau melaksanakan ibadah bersama.
Fokus pada program anti-perundungan (anti-bullying) demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Alhamdulilah harapan dan tujuan itu sedikit demi sedikit teratasi dengan baik berkat dukungan dan support bara guru jajaran tata usaha serta komite sekolah
Untuk itu diakhir perbincangannya dikata Ustad Amid dirinya berucap syukur dan trimakasih atas dukungan dan supot nya dari mereka sehingga sekolah yang kini dipimpinnya busa maju dan mampu berkembang pesat dimasa yang akan datang .
Sementara dikata ketua komite sekolah sekaligus ketua P2SP Ulis Wahyudin dirinya berucap trimakasih atas gagasan dan terobosan kepala sekolah bunder yang begitu peduli terhadap sekolah yang dipimpinnya sehingga dapat bantuan revitalisasi. semoga dengan adanya bantuan ini sekolah bisa terlihat bagus dan nyaman untuk ditempati siswa didik dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Kedepan Kita hanya berharap sebagai komite sekolah untuk kemajuan Sekolah Dasar (SD) adalah terciptanya kolaborasi yang kuat antara pihak sekolah ,orang tua dan masyarakat demi meningkatkan mutu pelayanan dan kualitas belajar anak .
Beberapa poin harapan utama komite sekolah untuk kemajuan Sekolah dasar diantaranya
Peningkatan Mutu Pendidikan
Dukungan kualitas belajar: Mendorong sekolah agar terus meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik siswa secara maksimal.
Pengawasan program: Berfungsi sebagai mitra strategis dan pengontrol (bukan sekadar pen stempel program) agar kebijakan sekolah berjalan transparan dan tepat sasaran.
Kemitraan dan Komunikasi
Jembatan aspirasi: Menjadi penghubung yang aktif antara orang tua murid dan pihak sekolah untuk menampung ide, kritik yang membangun, serta solusi.
Perluasan jejaring: Membantu sekolah menjalin kerja sama dengan pihak luar atau masyarakat luas guna memperkaya pengalaman belajar siswa.
Lingkungan Sekolah yang Positif
Gotong royong: Membangun kepedulian bersama dari wali murid untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi anak.
Meluruskan persepsi: Berharap masyarakat melihat peran komite sebagai pemberi pertimbangan kebijakan demi kemajuan sekolah
Lip Wahyudin / ds

